02 January 2026

Penerimaan dan Lokakarya Mahasiswa KKN UNAND

Semangat Baru di Tanah Datar: Sambutan Hangat Nagari Salimpaung untuk Mahasiswa KKN Unand
Pagi itu, udara sejuk di lereng Gunung Marapi terasa lebih hidup dari biasanya. Nagari Salimpaung, sebuah wilayah yang kental dengan adat dan keramah-tamahan di Kabupaten Tanah Datar, bersiap membuka pintu bagi rombongan intelektual muda dari Universitas Andalas (Unand). Kedatangan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sebuah pertemuan antara semangat pengabdian dan kearifan lokal.

1. Prosesi Penerimaan yang Khidmat
Acara dimulai dengan prosesi penerimaan resmi yang dilangsungkan di Aula Kantor Wali Nagari. Suasana tampak syahdu saat tokoh adat, perangkat nagari, dan perwakilan pemuda berkumpul menyambut para mahasiswa yang mengenakan almamater hijau kebanggaan mereka.

Dalam sambutannya, Wali Nagari Salimpaung menyampaikan pesan mendalam tentang filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah". Beliau menekankan bahwa kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan warna baru dan solusi inovatif bagi permasalahan desa, namun tetap dengan menjunjung tinggi norma dan kesantunan yang berlaku di tengah masyarakat.

"Kami menerima adik-adik bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Nagari Salimpaung. Bawalah ilmu dari kampus untuk membangun nagari kami, dan ambillah kearifan dari nagari kami sebagai bekal hidup kalian kelak."

2. Lokakarya: Merajut Gagasan untuk Pembangunan Nagari
Setelah sesi penyambutan yang emosional, agenda berlanjut ke sesi yang lebih teknis, yaitu Lokakarya Rencana Program Kerja. Di sinilah sinergi mulai terbangun secara nyata. Mahasiswa memaparkan berbagai rancangan program yang telah mereka susun berdasarkan observasi awal, mulai dari:

Digitalisasi UMKM: Upaya membawa produk lokal Salimpaung ke pasar nasional melalui platform digital.

Edukasi Stunting: Program kesehatan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di nagari.

Optimalisasi Pertanian: Pengenalan teknik bertani yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Diskusi berlangsung dinamis. Para ketua jorong dan tokoh masyarakat memberikan masukan kritis agar program yang direncanakan benar-benar menyentuh kebutuhan rill warga, bukan sekadar teori di atas kertas.

3. Harapan dan Langkah Awal Pengabdian
Penutupan acara ditandai dengan foto bersama dan ramah tamah yang mempererat tali silaturahmi. Sorot mata para mahasiswa memancarkan antusiasme, sementara senyum para warga menandakan harapan yang besar.

Lokakarya ini menjadi tonggak awal dari perjalanan pengabdian selama satu bulan ke depan. Nagari Salimpaung kini menjadi laboratorium hidup bagi para mahasiswa Unand untuk belajar tentang realitas sosial, sementara bagi nagari, ini adalah kesempatan emas untuk mengakselerasi pembangunan melalui sentuhan tangan-tangan kreatif anak muda.

Langkah Selanjutnya: Apakah Anda ingin saya membantu membuatkan daftar rundown acara yang lebih detail atau mungkin menyusun teks pidato sambutan untuk ketua kelompok KKN dalam acara tersebut?

Kembali